Siapa bilang aturan adalah kesepakatan ? Itu hanya konsep ideal yang bisa membuatmu tak sadar akan realita. Nalar yang selalu kita sembah yang membuatnya demikian. Tak ada yang salah dengan proses nalar. Hanya saja, nalar itu perlu bergaul dengan indera untuk menyaksikan tontonan ketidakidealan.
Hei ! Ketika aturan adalah kesepakatan, maka tak perlu ada perlawanan. Karena aturan adalah milik Sang History Maker. Dan akan selalu seperti itu. Ketika kita bertanya soal tujuan aturan, tentu saja untuk mengatur. Dapatkah keteraturan terjadi jika tak ada pihak ketiga ? Dapatkah keteraturan terjadi jika tak ada subjek dan objek ? Ayolah, kali ini subjek akan tetap jadi subjek. Dan objek akan tetap jadi objek. Jika aturan adalah kesepakatan, maka tak akan ada agama. Hanya Tuhan dan manusia yang melakukan deal-deal-an. Kalau memang seperti itu, maka Tuhan akan sangat sibuk menghadiri undangan.
Akan selalu ada power dominan. Sebagaimanapun menjengkelkannya dia, akan tetap ada. Dunia ideal impian kaum anarki pun tetap butuh pemimpin. Meski berkedok koordinator atau apa lah, tetap saja ada power. Sayang, tak ada yang benar-benar ideal di dunia ini. Melihatlah, mendengarlah, dan rasakanlah. Maka kau akan tahu, kalau nalar takkan bisa hidup tanpa indera. Berhenti melatih nalarmu untuk onani. Karena tak perlu beronani jika kita punya pasangan.
0 komentar:
Posting Komentar