Jumat, 28 September 2012

Andai Pacarku Seorang Perempuan

Saat aku menangis, bukannya mengatakan kalau aku cengeng, tapi kau memelukku, membelai kepalaku dan berkata " sudahlah. semua ini akan lewat". Saat aku lupa waktu dalam memilih sepatu di toko, kau tidak mengatakan " ambil saja itu. aku sudah capek." dengan wajah cemberut. Tapi kau dengan sabar mengikuti langkahku dan memberiku saran sepatu apa yang cocok denganku. Saat aku lebih memilih ke salon daripada nongkrong di warung kopi, kau sama sekali tidak protes dan menungguku dengan wajah bete dan bosan. Kau malah ikut nyalon juga dan kita bergosip tentang model rambut yang bagus. Saat aku merokok, kau tidak marah dan pergi meninggalkanku. Tapi kau hanya diam, menatapku, dan berkata "jangan terlalu banyak. nanti kau sakit." Saat aku mengeluarkan argumen yang kau tak suka, kau hanya berkata " terus ? memangnya kenapa ?" dan bukannya menyuruhku diam. Yah.. Andai saja pacarku seorang perempuan.

0 komentar:

Posting Komentar