Kamu baik, sayang. Mungkin bukan seperti yang dunia pikir dan harapkan. Tapi, aku berkata itu baik. Bukan banyak atau nilai di dalamnya. Hanya caramu untuk melakukannya. Dan aku suka itu. Walau kebaikan itu tak selalu tampak menarik. "Apa pedulimu dengan tampakan ?" Ya. Aku peduli. Tanpa harus meninggalkan isinya.
Baikmu, mampu menghancurkan harga diri yang keras seperti batu ini. Baikmu, mampu membuat hal bodoh menjadi begitu indah. Baikmu, mampu menukar tempat kebohongan dan kebenaran. Baikmu, mampu memutihkan warna abu-abu. Baikmu, mampu membelah topeng hingga wajah ini ikut luka. Baikmu, baikmu, baikmu.
Seharusnya aku terlena dan terpaku. Harusnya aku tergila-gila. Harusnya aku ingin memonopoli. Harusnya aku rela membunuh agar mendapatkannya. Tapi tidak. Entah memang tidak atau seolah-olah tidak.
Yah, mungkin aku lebih menyukai hal yang lebih dari sekedar baik. Entah apa itu.