Minggu, 27 Januari 2013

Dia (lagi) !

Berapa banyak waktu yang kita habiskan ?  Berapa banyak kata yang kita muntahkan ?  Berapa banyak uang yang kita buang ? Hanya untuk satu kata, bersama. Aku hanya singgah. Kau pun begitu. Suatu hari nanti, waktu itu takkan ada. Nada dering HP takkan terdengar lagi. Gombalan dan rayuan akan habis. Coretan akan memudar. Janji-janji akan teringkari. Kau ke kiri, aku akan ke kanan. Demi satu hal, masa depan.

Tak ada maaf. Takkan ada terima kasih. Tak ada senyum ataupun tangis. Tak ada pelukan ataupun ciuman di kening. Sampai saat itu tiba, izinkan aku mengenalkan duniaku padamu.

27 January 2013


Senin pagi

Sudah berapa lama aku tak menyapamu pagi ? Entahlah. Selama ini aku terlalu sibuk bergaul dengan malam. Hari ini, aku mengunjungimu. Meski hanya sebentar. Aku rindu. Aku datang ditemani beberapa batang rokok dan sekaleng kopi dingin. Ternyata kau tak sendiri. Ada hujan disampingmu. Dan lihatlah, kau tersenyum manis padaku. Gumpalan awan tak menjadi halangan untuk melihat senyummu. "Aku rindu," katamu. "Aku juga.", bisikku. Kau terlihat sangat cantik, pagi. Senang bertemu denganmu saat ini.

Mencintaimu, sesederhana mencintaiku !

Hei !
Aku tahu, kau tersenyum bahagia saat aku lahir. Kau bilang, "Lahirlah anak yang cantik". Itu dua puluh tahun lalu. Rumah dan sekolah selalu mengajarkan untuk mencintaimu. Sepertinya sulit. Tidak boleh nakal, tidak boleh bohong, tidak boleh nyontek, tidak boleh bantah orang tua, dan sejuta tidak boleh lainnya. Dan semua itu kulanggar.
Sekarang, aku tahu kau sedang menangis melihatku. Bukan karena aku melanggar semua ketidakbolehan itu. Ya. Aku jauh darimu. Aku lupa merindukanmu. Aku tak pernah mencarimu. Aku berjalan sendiri. Ya. Karena itu.
Kau tak perlu tangisan penyesalanku. Tanpa melakukannya, maaf akan selalu ada untukku. Kau tak ingin aku membalas kebaikanmu. Karena itu semua karunia. Gratis ! Aku tak perlu mati untuk membelamu di depan orang yang mencemoohmu. Karena kau sudah pernah mati untukku.
Kau hanya ingin mencintaiku. Kau hanya ingin aku tidak meronta saat sedang digendong. Kau hanya ingin menemaniku berjalan. Kau hanya ingin menjagaku. Aku hanya perlu mengingat, kalau kau akan selalu ada. Sesederhana itu caramu mencintaiku.
Kalau boleh, tolong beri aku kesempatan untuk menghapus airmata itu dengan mencintaimu.


Kamis, 17 Januari 2013

Untitled

" You make me feel like i'm young again "

Pernah dengar lagunya The Cure yang judulnya Love Song ? Kaliamat yang tadi adalah penggalan dari lagu itu. Kalau aku menyanyikannya, itu jelas untukmu. Aku sudah pernah bilang kan, kalau aku senang bersamamu ? Aku tahu, tanpa kubilang pun, kau sudah tahu. Tapi, tak ada salahnya kalau kubilang lagi kan ?
Hei ! Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku berteriak di jalan. Aku juga sudah lupa kapan terakhir kali aku bermain kejar-kejaran. Akupun sudah lupa kapan kalau aku ternyata suka mencubit dan menendang orang.
Siapa yang bisa mengingatkanku tenang itu semua ? Jelas kau. Padahal kau tak mengenalku di kehidupan sebelumnya. Tapi dengan mudah kau bicara seakan kau sangat mengenalku. Aku tak suka menjadi orang yang mudah dikenali. Tapi denganmu, semua berbalik arah. Tak mengapa. Aku menikmatinya. Peduli setan jika besok-besok kau sudah tak ada. Yang jelas, saat ini kau ada. That's enough babe ! That's enough !